^.^...Have a Nice Day...^.^

Tuesday, May 1, 2018

Keragaman Kain Tenun (Woven)

Kain woven adalah kain yang dibuat dari hasil penyilangan dua benang dengan cara ditenun/ dianyam sehingga sering disebut kain tenun. Stabilitas dan kehalusan kain woven dapat dipengaruhi oleh jenis tenunan atau anyamannya. Kain woven tidak dapat ditarik dan biasanya digunakan untuk membuat kemeja, selendang, dan lain-lain.

Pada umumnya, kain woven terbuat dari serat kayu, kapas, sutra, polyester, dan lain-lain. Kualitas kain ini dilihat dari kualitas mutu bahan (jenis benang), keindahan tata warna, motif dan ragam hiasannya. Beragam jenis kain tenun, antara lain kain songket, kain ulos, kain gringsing, kain koshibo, dan masih banyak lagi lainnya.

Kain Songket
KAIN SONGKET
Kain songket merupakan kain yang biasanya dibuat dengan benang emas atau perak sehingga berat saat dipakai dan tidak perlu dicuci. Selain itu, kain songket hanya digunakan untuk acara tertentu sehingga tak perlu dicuci, kecuali jika terbuat dari bahan bukan logam/ metal. Biasanya setelah dipakai, kain songket cukup diangin-anginkan. Jika memang ada noda yang perlu dibersihkan, gunakan cotton bud, kapas, atau kain basah untuk menghilangkan noda tersebut.

Karena terbuat dari logam, kain songket rentan terhadap kondisi asam sehingga saat disimpan kain ini harus digulung dengan kertas yang bebas asam, seperti kertas minyak atau kertas roti lalu letakkan di dalam tabung kertas atau plastik dan masukkan akar wangi agar kondisi benangnya bisa tetap terjaga dan tidak bau. Kain songket jangan dilipat agar sulaman kainnya tidak rusak. Lalu simpanlah di lemari dalam posisi berdiri atau miring. Taburkan cengkeh dan lada pula di lemari penyimpanannya untuk menghindari timbulnya jamur. Selain itu, sebulan sekali kain songket harus dikeluarkan dari lemari untuk diangin-anginkan agar kualitasnya tetap terjaga.

Kain Ulos Batak
KAIN ULOS
Kain ulos merupakan kain tenun khas Batak berbentuk selendang yang dibuat dari serat kapas. Pewarnaan ulos menggunakan getah sejenis tumbuhan nila. Kain ulos melambangkan ikatan kasih sayang antara orang tua dengan anak-anaknya atau antara seseorang dengan orang lainnya.

Semula kain ulos digunakan untuk menghangatkan badan karena kain ini merupakan hasil pencarian orang-orang Batak yang hidup di daerah pegunungan yang dingin. Namun, kini kain ulos juga memiliki fungsi simbolis untuk hal-hal lain dalam segala aspek kehidupan orang Batak, seperti pernikahan, kematian, kelahiran, dan ritual upacara adat lainnya. Bahkan, kain ulos dipercaya memiliki sifat religius magis sehingga dianggap keramat sebagai pelindung bagi pemakainya. Keragaman jenis dan motif kain ulos pun memiliki makna tersendiri sesuai sifat, hubungan, fungsi, dan keadaan tertentu.

Kain Gringsing Bali
KAIN GRINGSING
Kain gringsing merupakan satu-satunya kain tenun tradisional Indonesia yang dibuat menggunakan teknik dobel ikat. Untuk membuatnya, diperlukan waktu 2-5 tahun karena dipintal dengan alat pintal tradisional bukan mesin. Kain gringsing berasal dari Desa Tenganan, Bali. Kata gringsing berasal dari kata gring (sakit) dan sing (tidak) yang dimaksudkan sebagai penolak bala.

Kain gringsing terbuat dari serat kapuk berbiji satu yang didatangkan dari Nusa Penida. Setelah dipintal kain ini direndam dengan minyak kemiri selama 40 hari hingga maksimum setahun dengan penggantian air rendaman setiap 25-49 hari. Semakin lama perendaman, benang kain gringsing akan semakin kuat dan lembut.
Setelah direndam selama itu, barulah kain gringsing diwarnai. Kain gringsing hanya menggunakan tiga pewarna alami (tridatu), antara lain:
* warna merah yang berasal dari kelopak pohon kepundung putih dicampur dengan kulit akar mengkudu,
* warna hitam dari pohon Taum
* warna kuning dari minyak buah kemiri berusia +/- 1 tahun yang dicampur dengan air serbuk kayu.

Kain Koshibo Polyester
KAIN KOSHIBO
Kain koshibo terbuat dari 100% polyester. Polyester merupakan serat buatan yang dibentuk dari bahan-bahan kimia tertentu melalui serangkaian proses hingga nantinya berbentuk cairan kental. Selanjutnya, cairan kental ini dimasukkan ke dalam mesin melt spinning untuk dijadikan serat polyester. Kain koshibo ini biasanya dipakai untuk membuat rok, blouse, baju kurung, kemeja, jubah, dan baju melayu.

Beberapa orang menyebutkan bahwa kain koshibo bertekstur lembut, berkarakter crepe dengan efek berpasir, dan lekukannya terlihat bagus. Ketebalan kain koshibo pun bervariasi dari ringan hingga sedang. (76gsm - 160gsm) Beberapa kain koshibo cenderung breathable sehingga tidak terasa panas saat dikenakan karena udara masih bisa masuk melalui sela-sela serat kain. Meskipun demikian, kain koshibo ini sedikit mengkilap sehingga kurang disukai oleh para pengguna kerudung atau jilbab.

Cara Mencuci Kain Tenun:
1. Sebaiknya kain tenun dicuci dengan cara dry clean (tanpa air), terutama untuk kain tenun yang terbuat dari bahan logam. Namun, jika ingin mencucinya dengan air (kecuali kain tenun berbahan logam), kain ini tidak perlu direndam, tetapi cukup dikucek sebentar lalu dibilas.
2. Jangan menyikat kain tenun saat pencucian dan jangan menggunakan mesin cuci. Cucilah dengan tangan menggunakan lerak karena jika kain tenun dicuci dengan banyak detergen, warnanya bisa cepat pudar. Meskipun lerak biasa digunakan untuk mencuci kain batik, ini juga aman untuk membersihkan kain tenun. Jika tak ada lerak, cukup gunakan pelembut pakaian.
4. Jangan dijemur di bawah terik matahari agar warnanya tetap terjaga dengan baik.
5. Jika ingin menyeterikanya, letakkan kain halus pada bagian atas kain tenun dan gunakan panas pada suhu paling rendah.
Dengan cara mencuci yang benar, niscaya kain tenun Anda bisa tetap indah dan tahan lama.

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment